(12 Laws of Karma) Bagaimana Belajar Hukum Ini Bisa Membantu Anda Menjadi Entrepreneur Yang Lebih Baik

karma law attraction
Author:

Jourdan Kamal (Born in Indonesia) is a Singapore graduate and internet entrepreneur. He is best known as the founder of MauBelajarApa.com, currently the largest workshops directory platform in Indonesia.

Perjalanan saya sebagai pengusaha sudah hampir 10 tahun dan masih ada banyak hal yang perlu saya pelajari untuk menjadi pengusaha yang lebih baik. Suatu hari, saya tidak sengaja menemukan video di Facebook tentang 12 Hukum Karma dan tiba-tiba saya ingat bagaimana prinsip-prinsip atau hukum-hukum ini telah membantu saya dalam perjalanan saya hingga saat ini. Mungkin sebagian dari Anda sedang berjuang sebagai pengusaha, atau mungkin Anda belum memulai perjalanan usaha Anda. Apa pun itu, saya harap artikel ini dapat membantu Anda dalam satu hal atau lainnya.

1. The Law of Cause and Effect

Karma-Law-01
Ini juga dapat disebut sebagai Hukum Besar. Tidak diragukan lagi, hukum ini telah membimbing saya sepanjang perjalanan kewirausahaan saya. Saya percaya bahwa ketika Anda menabur waktu Anda dalam bisnis Anda, maka Anda pasti akan menuai sesuatu dari itu. Jika pekerjaan Anda berhasil, Good Job! Jika hasilnya gagal, ya sudah, anggap Anda juga sudah menuai sesuatu yang berharga sebagai pengalaman belajar Anda.
2. The Law of Creation

Karma-Law-02
Anda pasti tidak dapat membangun bisnis Anda dari sesuatu yang tidak ada. Bahkan jika itu adalah bisnis kemitraan (partnership) — jika Anda tidak melakukan usaha apapun di dalamnya, Anda tetap harus memberikan modal Anda berupa sejumlah uang dalam bisnis tersebut.
3. The Law of Humility

Karma-Law-03
Ini adalah favorit saya! Sebagai seorang pengusaha, itu penting untuk ikhlas menerima hal-hal yang tidak dapat Anda ubah, keberanian untuk mengubah hal-hal yang Anda bisa ubah; dan memiliki kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaannya.
4. The Law of Growth

Karma-Law-04
Satu-satunya hal yang bisa kita kendalikan adalah diri kita sendiri. Bahkan ketika kita menghadapi situasi yang buruk, hanya diri kita sendiri yang dapat memutuskan apakah kita akan menyerah atau tumbuh menjadi lebih kuat. Agar karakter kita dapat bertumbuh, kitalah yang harus berubah – dan bukan orang lain, tempat, atau hal-hal di sekitar kita. You’ll be surprised bagaimana ternyata lingkungan di sekitar kita bisa berubah saat kita mulai memutuskan perubahan dari dalam diri kita sendiri terlebih dahulu.
5. The Law of Responsibility

Karma-Law-05
Mengemban tanggung jawab adalah nilai tertinggi dari seorang pemimpin hebat. Kesuksesan dalam skala besar mengharuskan Anda untuk menerima tanggung jawab. Intinya adalah, salah satu kualitas dari semua orang sukses diukur dari kemampuan orang tersebut dalam menjalankan tanggung jawab.
6. The law of Connection

Karma-Law-06
Hukum ini mengajarkan saya 2 hal yang berbeda dalam bisnis. Pentingnya perkembangan dan juga networking. Terkadang dalam perjalanan kewirausahaan kita, akan ada suatu waktu dimana kita menghadapi ketidakpastian atau bahkan hilang arah. Namun, ketika kita terus bergerak maju, kita akan menemukan kesempatan di tempat-tempat yang tidak terduga. Demikian pula dalam networking, anda tidak akan pernah tahu siapa yang akan Anda temui satu hari yang akan membawa Anda menuju kesuksesan Anda.
7. The Law of Focus

Karma-Law-07
Anda tidak dapat berpikir dua hal pada saat yang bersamaan. Ini adalah salah satu elemen paling penting dalam kesuksesan. Salah satu mentor saya menggambarkan kekuatan fokus ibarat menggunakan kaca pembesar lalu mengarahkan sinar matahari di atas kertas untuk menghasilkan api. Sama juga di bisnis Anda, ketika Anda fokus dengan apa yang Anda mau, kekuatan yang tidak pernah Anda sadari selama ini akan muncul di depan Anda.
8. The Law of Hospitality and Giving

Karma-Law-08
Jadi apakah tujuan bisnis Anda? Apakah hanya untuk uang atau karena ada sesuatu purpose di hidup yang Anda yakini? Karena ketika Anda yakin bahwa bisnis Anda sudah diatur untuk tujuan tertentu selain uang, energi yang Anda miliki akan terasa berbeda. Contoh sederhananya: seorang ibu tunggal yang bekerja keras untuk membesarkan anaknya dibandingkan seorang pemuda magang yang bekerja untuk pengalaman. Menurut anda siapakah diantara kedua orang tersebut yang memiliki tingkat ketekunan lebih tinggi?
9. The Law of Change

Karma-Law-09
Kegagalan dalam bisnis itu biasa, namun jika Anda tidak belajar dari kegagalan itu, Anda akan terus membuat kesalahan yang sama. Albert Einstein mengatakan bahwa kegilaan adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda.
10. The Law of Here and Now

Karma-Law-10
Saya baru saja menyadari arti sebenarnya dari hukum ini. Hukum ini bisa jadi sesuatu kekuatan jika Anda benar-benar mengerti hal ini. Hukum ini telah membantu saya memprioritaskan hal-hal yang lebih penting dalam hidup dan juga mengajari saya bagaimana seseorang bisa memiliki karisma yang luar biasa. “Being charismatic does not depend on how much time you have but on how fully present you are in each interaction.” – Olivia Fox Cabane, The Charisma Myth.
11. The Law of Patience and Reward

Karma-Law-11
Kesabaran bukan kemampuan untuk menunggu tetapi kemampuan untuk menjaga sikap yang baik saat menunggu. Ini adalah hukum yang paling sulit bagi saya sejauh ini, tetapi saya tahu ini adalah syaratnya jika saya ingin sukses. Dulu saya bukanlah orang yang sabar tapi ketika saya bertumbuh semakin dewasa, saya belajar untuk menerima bahwa segala hal dalam hidup akan menjadi indah pada waktunya. Kesabaran adalah kunci ketika mencari peluang baru. Kesabaran adalah kunci dalam mengembangkan tim Anda dan kesabaran adalah kunci saat membangun hubungan.
12. The Law of Significance and Inspiration  

Karma-Law-12
Pada akhirnya, tujuan dari bisnis kita adalah untuk membuat perbedaan dalam masyarakat. Bahkan kontribusi kecil juga merupakan sebuah kontribusi untuk gambaran yang lebih besar secara keseluruhan. Ingat, bahwa kewirausahaan semuanya adalah tentang proses, bukan hasil. Kesuksesan Anda mungkin dapat menginspirasi banyak orang, tetapi ketika Anda berbagi cerita mengenai kegagalan Anda kepada orang lain itulah yang bisa memberi dampak di hidup mereka.

Semoga 12 Hukum Karma ini dapat membantu Anda menjadi pengusaha yang lebih baik! Berbagilah pengalaman Anda atau beri komentar di bawah ini!

Related Post

3 Langkah Penting Memilih Bidang dan Metode Belajar secara Akurat

Hai Learners! Seperti yang sudah kamu tahu, di MauBelajarApa tersedia banyak sekali kelas dengan kategori yang juga beragam. Nah...

High Demand Job in 2020

9 Pekerjaan Menjanjikan yang Banyak Dibutuhkan di Masa Depan

Jika kamu sedang memilih jurusan kuliah, ataupun sudah bekerja dan sedang ingin memikirkan spesialisasi tertentu, mau tidak mau kamu...

5 Investasi Penting di Usia 20-an

Jangan Lewatkan 5 Investasi Penting ini Di Usia 20-an

Health “Health is a new wealth” Konon di usia 30, ada perubahan drastis dalam metabolisme tubuh kita. Semakin lambat...

Kata Mereka Tentang Kartu Prakerja di MauBelajarApa

Kata Mereka tentang Kartu Prakerja di MauBelajarApa

Sejak diluncurkan di bulan Maret, kartu Prakerja sudah menolong jutaan usia produktif Indonesia untuk lebih berdaya. Di tengah pandemi,...

1 Comment

  1. irwansukmadarmawan@gmail.com Aug 13, 2016 11:02 am

    Menurut saya, berbagi merupakan kombinasi dari ke-12 hukum karma tersebut. Dengan berbagi, kita meyakini akan ada hasil yang setimpal dengan apa yang kita bagikan ke orang lain. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tentu kita harus bersabar dalam berbagi, mungkin tidak sekali atau dua kali, mungkin bisa puluhan kali bahkan ribuan kali. Dengan berbagi, tentunya kita akan mengenal orang lain dan terbangun network yang luas. Kemudian kita harus bisa memprioritaskan mana yang harus kita bagi dan kebutahan apa yang harus kita bagikan ke orang lain. “Berbagi: hal kecil untuk diri sendiri, hal besar untuk orang lain”

Leave a comment